Jangan Lakukan Ini Bila Ingin Promosi Produk Lewat Media Sosial

Jangan Lakukan Ini Bila Ingin Promosi Produk Lewat Media Sosial

Mempromosikan brand, produk, dan citra perusahaan lewat media sosial bisa dikatakan sebagai hal yang wajib dilakukan era teknologi ini. Tentunya, Anda akan menggunakan media sosial sebagai alat yang mampu menunjang promosi produk, brand, dan sebagainya sehingga bisa mencapai lebih banyak orang.

Karena itu, akun media sosial tersebut akan sangat berpengaruh pada reputasi perusahaan. Jadi, agar tidak merusak citra perusahaan, ada banyak hal yang mesti Anda hindari untuk tidak di posting di akun bisnis Anda. Selain itu, dukungan dari pakar sosial media sangat penting untuk menunjang hal tersebut.

Pakar sosial media adalah orang atau tim yang ahli dan profesional dalam menangani atau manajemen media sosial dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam kerjanya, pakar sosial media akan menggunakan semua sumber daya yang dimiliki mulai dari manusia sebagai admin, tools untuk penjadwalan dan share, software dan sebagainya.

Kembali lagi ke promosi produk lewat akun bisnis di media sosial. Ada beberapa hal yang harus dihindari oleh pebisnis untuk tidak dilakukan di media sosialnya. Beberapa di antaranya adalah;

1. Sembarang memilih platform media sosial

Ada banyak media sosial yang saat ini sedang bermunculan seperti jamur di musim hujan. Ada beberapa di antaranya yang bisa digunakan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan promosi produk Anda. Tapi, ada juga yang tidak sesuai dengan produk Anda.

Setiap media sosial tentunya akan memiliki ciri khas sendiri, serta kecenderungannya sendiri. Facebook misalnya, terkesan lebih umum. Twitter, berisi pesan pendek-pendek, lebih banyak digunakan anak muda. Tiktok berisi video pendek, YouTube untuk konten yang lebih panjang dan detail. Quora berisi orang-orang kutu buku dan menyukai ilmu pengetahuan, dan Instagram berisi foto-foto dan video sangat pendek. Sekarang, mana yang paling sesuai dan cocok dengan produk atau brand Anda?

Jadi, tidak smeua media sosial tersebut mesti digunakan untuk promosi Anda. Ada beberapa media sosial yang cocok, juga ada yang tidak cocok dengan Anda atau brand Anda. Pertimbangkan tips dari pakar media sosial untuk memilih akun yang paling tepat.

2. Spamming

Apa yang membedakan pebisnis amatir dan profesional? Pebisnis amatir akan menggunakan media sosial untuk postingan yang dibagikan sembarang. Dengan harapan bisa menjangkau lebih banyak orang. Misalnya, konten di Facebook dibagikan ke puluhan grup secara bersamaan. Tentunya, Anda akan terlihat seperti melakukan spamming. Itu artinya, reputasi brand Anda akan rusak.

Sedangkan yang profesional, biasanya akan menentukan waktu posting secara teratur dan tidak terkesan spamming. Selain itu, tidak hanya hal yang sama diposting berulang-ulang. Sebab, selain terkesan spamming, juga akan mendapatkan teguran dari media sosial tersebut.

Spamming tidak akan mendapatkan perhatian dari publik, selain hanya terlihat sebagai konten yang terkesan palsu. Bahkan, orang-orang akan takut klik karena terlihat mencurigakan, seakan-akan klik bait dari hacker.

3. Cuek dengan Pengikut

Ada beberapa pemilik akun bisnis justru akan mencuekkan saja pertanyaan dan respon dari pengikut. Setidaknya, beberapa komentar di awal akan lebih baik mendapatkan respon balik dari pebisnis. Hal itu akan memberi kesan bahwa brand tersebut care dengan para pelanggannya.

Apalagi, bila ada keluhan pelanggan. Tentunya, brand akan melakukan hal yang cepat untuk mengatasi masalah tersebut.

4. Posting Hal yang Kontroversi

Memosting hal-hal yang ditujukan untuk mendapatkan lebih banyak respon, tentunya boleh saja dilakukan. Tapi, bila hal tersebut justru mendapatkan respon negatif, tentunnya akan merusak reputasi brand Anda. Karena itu, memosting hal yang akan menjadi kontroversi adalah hal yang haram dilakukan oleh pebisnis di media sosialnya.

Kontroversi yang dimaksud bisa berupa postingan yang menyinggung SARA, bertendensi merendahkan orang lain/kelompok lain, dan sebagainya. Selain bisa berdampak buruk di mata publik, postingan tersebut juga bisa menyeret brand/perusahaan Anda ke meja hukum, loh.

Karena itu, disarankan untuk mendapatkan dukungan dan konsultasi dari pakar sosial media. Hal itu ditujukan agar Anda tidak melakukan hal-hal yang bisa berdampak buruk di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published.